Pengobatan Penyakit Kencing Manis

Pengobatan dilakukan untuk mempertahankan kadar gula dalam darah, hal yang perlu diperhatikan adalah mengendalikan berat badan, olahraga, dan diet. Ketiganya perlu kita perhatikan karena menyangkut gaya hidup yang mudah dilakukan. Hindari gaya hidup dan pola makan yang buruk, sebab akan berpotensi menyebabkan terjadinya diabetes melitus.

Selain itu, perlu diadakan beberapa terapi dan pengobatan dengan obat-obatan tertentu. Terapi sulih insulin dan pemberian obat-obatan hipoglikemik merupakan terapi yang harus dijalankan.

Pemberian insulin hanya dapat dilakukan melalui suntikan, insulin dihancurkan di dalam lambung. Insulin disuntikkan di bawah kulit ke dalam lapisan lemak, biasanya di lengan, paha atau dinding perut. Digunakan jarum yang sangat kecil agar tidak terasa terlalu nyeri. Insulin terdapat dalam 3 bentuk dasar, masing-masing memiliki kecepatan dan lama kerja yang berbeda.

Berikut adalah bentuk-bentuk dasar dari insulin :

1. Insulin Kerja Cepat

Contohnya adalah insulin reguler yang bekerja paling cepat dan paling sebentar. Insulin ini mulai menurunkan kadar gula dalam waktu 20 menit, mencapai puncaknya dalam waktu 2-4 jam dan bekerja selama 6-8 jam.

Insulin kerja cepat digunakan oleh penderita yang menjalani beberapa kali suntikan setiap harinya dan disuntikkan 15-20 menit sebelum makan.

2. Insulin Kerja Sedang

Contohnya adalah insulin suspensi seng atau suspensi insulin isofan. Mulai bekerja dalam waktu 1-3 jam, mencapai puncak dalam waktu 6-10 jam dan bekerja selama 18-26 jam. Insulin ini bisa disuntikkan pada pagi hari untuk memenuhi kebutuhan selama sehari dan dapat disuntikkan pada malam hari untuk memenuhi kebutuhan sepanjang malam.

3. Insulin Kerja Lama

Contohnya adalah insulin suspensi seng yang telah dikembangkan. Efeknya baru timbul setelah 6 jam dan bekerja selama 28-36 jam. Insulin ini tahan disimpan selama berbulan-bulan sehingga bisa dibawa kemana-mana.

Pemilihan insulin yang akan digunakan tergantung pada :

- Keinginan penderita untuk mengontrol diabetes
- Keinginan penderita untuk memantau kadar gula darah dan menyesuaikan dosis
- Aktivitas harian penderita
- Kecekatan penderita dalam mempelajari dan memahami penyakitnya
- Kestabilan kadar gula darah sepanjang hari dan dari hari ke hari.

Posted in kencing manis | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Kencing Manis

Kencing manis atau diabetes tidak dapat disembuhkan, tetapi bisa dikendalikan melalui beberapa cara. Hal ini terutama mencakup insulin, obat-obatan, control makanan, dan berolahraga. Pilihan-pilihan pengendalian terhadap diabetes bergantung pada jenis diabetes dan tingkat perahannya. Tujuan utama pengobatan kencing manis adalah :

  1. Mencapai kadar gula darah terbaik yang tepat bagi Anda
  2. Memberikan keringan dari gejala-gejala kencing manis
  3. Menyeimbangkan makan, olahraga, dan obat-obatan atau insulin.
  4. Mengurangi faktor resiko yang terkait dengan komplikasi, seperti obesitas, merokok, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi.
  5. Memastikan pertumbuhan yang normal pada anak-anak dan orang dewasa mudah yang mengidap kencing manis
  6. Mempeprtahankan berat badan yang normal
  7. Mencegah komplikasi akut seperti ketoasidosis dan infeksi.
  8. Mencegah, jika mungkin atauu mendeteksi sedini mungkin dan menangani kompliaksi kronis.

Serangkaian pengobatan kencing manis dengan program suntikan insulin, diet dan olahraga dianjurkan untuk penanganan diabetes tipe 1. Insulin hanya bisa diberikan dalam bentuk suntikan. Ini karena insulin adalah suatu protein dan jika diberikan dalam bentuk oral ajan hancur pada saat dicerna sehingga rusak.  Puncak aksi dari insulin short-acting dicapai dalam waktu 1-3 jam dan insulin ini akan bekerja selama 4-8 jam. Insulin intermediate acting mencapai puncak aksi dalam waktu 4-6 jam dan kerjanya berlangsung selama sekitar 8-12 jam. Insulin long-acting manusia mencapai berlangsung selama 8-14 jam. Insulin short-acting juga dikenal sebagai insulin soluble (mudah larut) atauu regular. Tampilannya transparan.

Insulin intermediate-acting mengandung NPH (Neutral Protamine Hagedorn) dan Lente insulin. NPH adalah insulin yang telah dimodifikasi dan mengandung sejumlah kecil protamina, salah satu kelompok proteins ederhana. Kerjanya dimulai lebih cepat dan efeknya berlangsung dalam durasu menengah. Lente sinulin, yang dibuat dari ultralente dan semilente insulin, memiliki karakteristik yang sama dengan insulin NPH1. Insulin long-acting mencakup protamine zinc insulin dan ultralente. Keduanya memiliki jangka wakyu aksin yang diperpanjang. Insulin-insulin ini tidak lazim digunakan untuk pengobatan kencing manis.

Belakangan ini, pre-mixed insulin adalah tersedia dan lebih disukai. Insulin ini mengandung insulin short-acting dan intermediate-acting. Insulin pre-mixed mencegah resiko yang mungkin terjadi akibat mencampur secara manual dosis yang kurang tepat dari beberapa jenis insulin. Namun insulin tersebut hanya dianjurkan jika kakdar gula darah terkontrol dengan baik.  Sebelumnya insulin diambil dari pankreas beberapa hewan. Akan tetapi dewasa ini insulin bio-sitetis juga tersedia dan mirip dengan insulin manusia. Kendati mahal harganya, insulin manusia tetap lebih disukai karena sangat mengurangi resiko komplikasi seperti resistensi insulin.

 

 

Posted in kencing manis | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Komplikasi Diabetes

Bagaimana Komplikasi diabetes dapat dicegah?

Menderita diabetes tidak berarti menghilangkan gula sama sekali dalam makanan anda.Anda masih dapat menikmati porsi makanan penutup favorit anda. Kuncinya adalah moderasi.

Kunci untuk diet diabetes adalah makan secukupnya dan makan teratur.Anda tidak perlu makan-makanan khusus,melainkan hanya menekankan sayuran,buah-buahan dan biji-bijian.Diet diabetes hanyalah rencana makan yang sehat tinggi nutrisi,rendah lemak,dan kalori moderat.

 

Pengobatan Komplikasi Diabetes melalui tujuh cara di bawah ini:

  • Selalu mengontrol kadar gula darah dengan baik
  • Pertahankan tekanan darah yang normal. Jika Anda mengidap tekanan darah tinggi, minumlah obat yang diresepkan dokter anda secara teratur.
  • Jika anda kegemukan, kurangi berat badan anda melalui pengendalian makan yang benar dan berolahraga secara
  • teratur.
  • pasokan lemak dan kolesterol  di dalam makanan anda.
  • Kembangkan rutinitas berolahraga secara teratur setelah berkonsultasi dengan dokter anda.
  • Jangan merokok
  • Lakukanlah pemeriksaan secara tertaur untuk mendeteksi komplikasi akibat diabetes, jika ada sedini mungkin.

Pengobatan Komplikasi Diabetes tidak dapat disembuhkan, tetapi bisa dikendalikan melalui beberapa cara. Hal ini terutama mencakup insulin, obat-obatan,kontrol makanan,dan olahraga. Pilihan-pilihan pengendalian terhadap Diabetes bergantung pada jenis diabetes dan tingkat keparahannya. tujuan utama PenyakitGula yaitu

  • Mencapai kadar gula darah terbaik yang tepat bagi anda
  • Memberikan keringan dari gejala-gejala diabetes
  • Menyeimbangkan makan,olahraga,dan obat-obatan atau insulin
  • Mengurangi faktor resiko yang terkait dengan komplikasi, seperti obesitas,merokok,kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi.
  • Memastikan pertumbuhan yang normal pada anak-anak dan orang dewasa muda yang mengidap diabetes
  • Mempertahankan berat badan yang normal
  • Mencegah komplikasi akut seperti ketoasidosis dan infeksi.
  • Mencegah, jika mungkin, atau mendeteksi sedini mungkin dan menangani komplikasi kronis.
Posted in kencing manis | Tagged , , , | Leave a comment

Diagnosis Diabetes

Tes gula darah puasa adalah cara yang lebih disukai untuk mendiagnosis diabetes. Sangat mudah untuk melakukannya dan nyaman. Setelah orang yang akan menjalani tes telah berpuasa semalam (minimal 8 jam), sampel tunggal darah diambil dan dikirim ke laboratorium untuk analisis. Ini juga dapat dilakukan secara akurat di kantor dokter menggunakan meter glukosa.

Kadar glukosa plasma puasa yang normal kurang dari 100 miligram per desiliter (mg/dl), dan kadar  glukosa plasma puasa lebih dari 126 mg/dl pada dua tes atau lebih pada hari yang berbeda menunjukan diabetes. Sebuah tes gula darah acak juga dapat digunakan untuk mendiagnosa diabetes. Kadar gula darah 200 mg/dl atau lebih tinggi mengindikasikan diabetes.

Meskipun tidak secara rutin digunakan lagi, tes toleransi glukosa orang (OGTT) adalah standar untuk membuat diagnosus diabetes tipe 2. Hal ini masih umum digunakan untuk mendiagnosa diabetes kehamilan dan pada kondisi pradiabetes.

Pada toleransi glukosa oral, orang yang menjalani tes harus berpuasa semalam (setidaknya depalan jam tetapi tidak lebih dari 16 jam). Setelah tes ini, orang tersebut menerima 75 gram glukosa (100 gram untuk wanita hamil). Ada beberapa metode yang digunakan oleh dokter kandungan untuk melakukan tes ini. Namun pada prosedur standarnya, biasanya 75 gram glukosa diberikan dalam minuman. Kemudian contoh darah diambil pada interval tertentu untuk mengukur glukosa darah.

Agar tes dalam pemeriksaan penyakit diabetes memberikan hasil yang dapat diandalkan, maka orang yang dites harus berada dalam kesehatan yang baik (tidak memiliki penyakit lain, bahkan tidak sedang kedinginan), harus terbiasa aktif (tidak berbaring, misalnya sedang rawat inap di rumah sakit), dan tidak senang mengonsumsi obat-obatan yang dapat mempengaruhi glukosa darah. Selama tiga hari sebelum tes, orang tersebut harus makan diet tinggi karbohidrat (200-300 gram per hari). Pada pagi hari saat tes, orang itu tidak boleh merokok atau minum kopi.

Tes toleransi glukosa oral yang klasik mengukur kadar glukosa datah lima kali sehari selama tiga jam Beberapa dokter hanya mendapatkan sampel darah dasar diikuti dengan sampel dua jam setelah minum larutan glukosa. Pada orang tanpa diabetes, kadar glukosa naik dan kemudian jatuh dengan cepat. Pada seseorang dengan diabetes, kadar glukosa naik lebih tinggi dari normal dan gagal untuk kembali turun dengan cepat.

Orang dengan kadar glukosa antara normal dan diabetes memiliki gangguan toleransi glukosa (IGT) atau disebut kondisi pra-diabetes. Setiap tahun 1%-5% dari orang-orang dengan hasil tes menunjukan toleransu glukosa terganggu akhirnya benat-benar menderita diabetes. Pengaturan berat badan dan olahraga dapat membantu orang dengan gangguan toleransi glukosa mengembalikan tingkat glukosa normal. Selai itu, beberapa dokter menganjurkan penggunaan obat-obatan, untuk membantu mencegah atau menunda timbulnya diabetes.

 

Posted in kencing manis | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Merawat Luka DIabetes

Tidak peduli seberapa kecil atau dangkal luka pada penyakit diabetes , anda jangan mengabaikannya jika anda memiliki diabetes. Mengetahui bagaimana mengobati luka ringan akan membantu anda menghindari infeksi dan mempercepat penyembuhan :

  • Rawat luka dengan segera. Bahkan luka kecil bisa terinfeksi jika bakteri berkembang setelah cedera.
  • Bersihkan luka. Bilas dengan air untuk menghilangkan kotoran, jangan gunakan sabun, hidrogen peroksida, atau yodium, yang dapat mengiritasi cedera. Kemudian oleskan salep antibiotik untuk mencegah infeksi, dan menutupi luka dengan perban steril. Mengganti perban setiap hari, dan gunakan sabun untuk membersihkan kulit disekitar luka. Periksa luka setiap hari untuk setiap tanda-tanda infeksi.
  • Temui dokter anda. Jangan mengambil resiko, mikntalah dokter memeriksa masalah kulit ringan atau area kemerahan sebelum mereka berubah menjadi masalah besar. Jauh lebih mudah untuk mengobati luka kecil sebelum menjadi serius.
  • Jauhkan tekanan dari luka selama masa penyembuhan. Jika luka anda dibagian bawah kaki, dan itu adalah tempat yang umum untuk orang diabetes untuk terjadinya kapalan dan lecet,  maka jauhkan tekanan di tempat itu sebisa mungkin sehingga akan memiliki kesempatan lebih baik untuk sembuh dengan cepat.
Posted in kencing manis | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mengobati Kencing Manis

Diabetes Mellitus atau kencing manis dapat disebabkan berbagai sebab. Bila penyebabnya adalah obat atau kehamilan, maka ketika obat yang menjadi penyebab tersebut dihentikan atau ketika bayi sudah dilahirkan, diebetes mellitus juga akan hilang.

Pada diabetes tipe 1, penderita akan selalu terhantung pada insulin seumur hidupnya. Pada tipe 2, kalangan kedokteran lebih banyak menggunakan istlah diabetes mellitus terkendali, bukan sembuh. Jika penderita tidak lahi mengendalikan makan tidak berolahraga, atau tudak minum obat pengendali gula darah, glukosa penderita akan kembali tinggi. Mereka yang berhasil mengendalikan gula darah dengan gaya hidup sehat dan konsumsi obat penurun gula darah pada umumnya, dapat hiudp produktif dan kualitas hidupnya cukup baik.

Penelitian dalam bidang kedokteran masih berjalan terus. Berbagai cara telah di coba, antara lain dengan membuat pankreas buatan yang mampu menghasilkan cukup insulin. Pankreas ini dikembangkan dari sel puncak (stem cell), tetapi penelitiannya masih pada binatang. Diperlukan waktu untuk menilai penerapannya pada manusia.

Pada pakar kesehatan dewasa ini masih beranggapan diabetes mellitus dapat dikendalikan, tetapi belum dapat disembuhkan. Kita semua masih berharap akan ada penemuan baru di bidang kedokteran suatu hari nanti, agar diabetes dapat disembuhkan.

Posted in kencing manis | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Terapi Untuk Diabetes

Kadar gula yang terlalu tinggi (hiperglikemia) didalam darah bisa menimbulkan masalah serius : kebutaan, luka yang tak kunjung sembuh, hingga gangguan pada jantung. Gula merusak dinding pembuluh darah, membuat sirkulasi darah terganggu dan kesehatan organ-organ tubuh terganggu. Untuk mencegah hal itu terjadi, pasien diabetes mellitus (DM) tipe 2 perlu minum obat penurun gula darah.

Pasien tentu ingin pengobatan yang terbaik. Berbagai upaya pengobatan, disamping terapi utama, akan dilakukan. Yang perlu diperhatikan, tidak semua terapi aman bagi pasien diabetes. Terapi alternatif yang menyarankan diabetesi berjalan tanpa alas kaki diatas kerikil, sangat tidak anjurkan. Bila terjadi luka kaki akibatnya fatal.

Terapi untuk diabetes yang terbukti dapat memperbaiki hiperglikemia, adalah obat yang dapat merangsang produksi insulin di pankreas , memperbaiki resistensi insulin dan menekan produksi gula di hati/ liver.

Posted in kencing manis | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyebab Kencing Manis

Uraian berikut merupakan gejala-gejala umum yang akan terjadi pada seorang penderita yang terserang penyakit diabetes mellitus, yaitu :

1. Rasa haus yang berlebihan (polydipsia)
2. Sering buang air kecil dengan volume banyak (poliuri)
3. Merasakan lapar yang luar biasa (polifagi)
4. Selalu merasa lelah atau kekurangan energi
5. Mengalami infeksi di kulit
6. Penglihatan menjadi kabur (buta ayam)
7. Berat badan turun (pada sebagian penderita)
8. Hyperglaisimia (peningkatan abnormal kadar gula dalam darah)
9. Glikosuria (urin atau air kencing mengandung glukosa)
10. Pandangan kabur, pusing dan mual
11. Ketahanan tubuh berkurang saat beraktivitas.

Gejala awal, diabetes mellitus berhubungan dengan efek langsung dari kadar gula darah yang tinggi. Jika kadar gula darah sampai di atas 160-180 mg/dL, maka glukosa akan dikeluarkan melalui urin. Jika kadarnya lebih tinggi lagi, ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang. Karena ginjal menghasilkan urin dalam jumlah berlebihan, maka penderita sering buang air dalam jumlah banyak (poliuri). Akibatnya, maka penderita merasakan haus yang berlebihan sehingga banyak minum (polidipsi).

Ketika penderita kerap kali buang air, maka sejumlah kalori hilang bersama urin sehingga penderita mengalami penurunan berat badan. Dampak lebih lanjut, penderita sering kali merasakan lapar yang luar biasa sehingga cenderung banyak makan (polifagi).

Faktor-Faktor Resiko

1. Obesitas
2. Genetik
3. Kadar kortikosteroid yang tinggi
4. Kehamilan (diabetes gestasional)
5. Obat-obatan yang dapat merusak pankreas
6. Racun yang mempengaruhi pembentukan atau efek dari insulin

 

Posted in kencing manis | Tagged , , | Leave a comment

Penyakit Kencing Manis

Diabetes Mellitus berasal dari bahasa Yunani diabainein yang berarti “tembus” atau “pancuran air”, mellitus yang berarti “rasa manis”. Penyakit ini kemudian dikenal sebagai kencing manis. Ditandai dengan adanya peningkatan kadar gula darah atau hiperglisemia yang terus menerus dan bervariasi, terutama setelah makan. Sumber lain menyebutkan bahwa diabetes mellitus adalah keadaan hiperglikemia kronis yang disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal. Hal ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi kronis pada mata, ginjal, dan pembuluh darah.

Diabetes Mellitus adalah penyakit atau gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Ini dapat disebabkan oleh gangguan atau difisiensi produksi insulin oleh sel-sel beta langerhas kelenjar pankreas atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin.

Gula darah tinggi adalah jika kadar gula darah pada saat berpuasa >126 mg/dL dan pada saat tidak berpuasa >200 mg/dL. Sumber lain mengatakan bahwa kadar gula darah yang normal pada pagi hari setelah malam sebelumnya berpuasa adalah 70-110 mg/dL darah. Kadar gula darah biasanya kurang dari 120-140 mg/dL pada 2 jam setelah makan atau minum cairan yang mengandung gula maupun karbohidrat lainnya. Kadar gula darah yang normal cenderung meningkat secara ringan tetapi progresif setelah usia 50 tahun, terutama pada orang-orang yang tidak aktif.

1. Diabetes Mellitus Tipe I

Diabetes mellitus tipe 1 disebut juga sebagai diabetes anak-anak. Ciri-cirinya adalah hilangnya sel beta penghasil insulin sehingga terjadi kekurangan insulin pada tubuh. Ini dapat dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa. Diabetes ini sulit dicegah. Kebanyakan penderitanya memiliki kesehatan dan berat badan yang baik saat penyakit ini mulai diderita. Selain itu, sensitivitas maupun respons tubuh terhadap insulin umumnya normal. Penyebab terbanyak dari tipe ini kesalahan reaksi autoimunitas yang menghancurkan sel beta pankreas.

2. Diabetes Mellitus Tipe II

Diabetes ini terjadi karena kombinasi dari kecacatan dalam produksi insulin dan resistensi terhadap insulin atau berkurangnya sensitivitas terhadap insulin yang melibatkan reseptor insulin di membran sel. Ini adalah diabetes yang terjadi. Tahap awal abnormalitas yang paling utama adalah berkurangnya sensitivitas terhadap insulin, yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah. Pada tahap ini, hiperglikemia dapat diatasi dengan berbagai cara dan obat anti diabetes sehingga meningkatkan sensitivitas terhadap insulin atau mengurangi produksi glukosa. Jika semakin parah, pengeluaran insulin pun semakin berkurang dan dibutuhkan adanya terapi insulin. Ada beberapa teori yang menyebutkan penyebab pasti dan mekanisme terjadinya resistensi ini. Obesitas diketahui sebagai faktor pemicu. Kegemukan ditemukan pada 90% dari pasien diabetes. Faktor lainnya adalah sejarah keluarga.

3. Diabetes Mellitus Gestasional

Selain dua macam diabetes mellitus di atas, ada satu jenis diabetes lagi yang disebut dengan gestational diabetes mellitus. Diabetes mellitus gestasional terjadi di sekitar 2-5% dari semua kehamilan. Diabetes mellitus gestasional bisa menyebabkan permasalahan dengan kehamilan, termasuk macrosomia, janin mengalami kecacatan, dan menderita penyakit jantung sejak lahir. Penderita memerlukan pengawasan secara medis sepanjang kehamilan. Insulin menghalangi produksi surfactant sehingga menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan.

Posted in kencing manis | Tagged , , , , , | Leave a comment