Penyakit Kencing Manis

Diabetes Mellitus berasal dari bahasa Yunani diabainein yang berarti “tembus” atau “pancuran air”, mellitus yang berarti “rasa manis”. Penyakit ini kemudian dikenal sebagai kencing manis. Ditandai dengan adanya peningkatan kadar gula darah atau hiperglisemia yang terus menerus dan bervariasi, terutama setelah makan. Sumber lain menyebutkan bahwa diabetes mellitus adalah keadaan hiperglikemia kronis yang disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal. Hal ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi kronis pada mata, ginjal, dan pembuluh darah.

Diabetes Mellitus adalah penyakit atau gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Ini dapat disebabkan oleh gangguan atau difisiensi produksi insulin oleh sel-sel beta langerhas kelenjar pankreas atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin.

Gula darah tinggi adalah jika kadar gula darah pada saat berpuasa >126 mg/dL dan pada saat tidak berpuasa >200 mg/dL. Sumber lain mengatakan bahwa kadar gula darah yang normal pada pagi hari setelah malam sebelumnya berpuasa adalah 70-110 mg/dL darah. Kadar gula darah biasanya kurang dari 120-140 mg/dL pada 2 jam setelah makan atau minum cairan yang mengandung gula maupun karbohidrat lainnya. Kadar gula darah yang normal cenderung meningkat secara ringan tetapi progresif setelah usia 50 tahun, terutama pada orang-orang yang tidak aktif.

1. Diabetes Mellitus Tipe I

Diabetes mellitus tipe 1 disebut juga sebagai diabetes anak-anak. Ciri-cirinya adalah hilangnya sel beta penghasil insulin sehingga terjadi kekurangan insulin pada tubuh. Ini dapat dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa. Diabetes ini sulit dicegah. Kebanyakan penderitanya memiliki kesehatan dan berat badan yang baik saat penyakit ini mulai diderita. Selain itu, sensitivitas maupun respons tubuh terhadap insulin umumnya normal. Penyebab terbanyak dari tipe ini kesalahan reaksi autoimunitas yang menghancurkan sel beta pankreas.

2. Diabetes Mellitus Tipe II

Diabetes ini terjadi karena kombinasi dari kecacatan dalam produksi insulin dan resistensi terhadap insulin atau berkurangnya sensitivitas terhadap insulin yang melibatkan reseptor insulin di membran sel. Ini adalah diabetes yang terjadi. Tahap awal abnormalitas yang paling utama adalah berkurangnya sensitivitas terhadap insulin, yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah. Pada tahap ini, hiperglikemia dapat diatasi dengan berbagai cara dan obat anti diabetes sehingga meningkatkan sensitivitas terhadap insulin atau mengurangi produksi glukosa. Jika semakin parah, pengeluaran insulin pun semakin berkurang dan dibutuhkan adanya terapi insulin. Ada beberapa teori yang menyebutkan penyebab pasti dan mekanisme terjadinya resistensi ini. Obesitas diketahui sebagai faktor pemicu. Kegemukan ditemukan pada 90% dari pasien diabetes. Faktor lainnya adalah sejarah keluarga.

3. Diabetes Mellitus Gestasional

Selain dua macam diabetes mellitus di atas, ada satu jenis diabetes lagi yang disebut dengan gestational diabetes mellitus. Diabetes mellitus gestasional terjadi di sekitar 2-5% dari semua kehamilan. Diabetes mellitus gestasional bisa menyebabkan permasalahan dengan kehamilan, termasuk macrosomia, janin mengalami kecacatan, dan menderita penyakit jantung sejak lahir. Penderita memerlukan pengawasan secara medis sepanjang kehamilan. Insulin menghalangi produksi surfactant sehingga menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan.


=====================================

>>> Obat Kencing Manis Untuk Membantu Mengurangi Gejala Kencing Manis, Membantu Mengobati Penyakit Kencing Manis, Membantu Menurunkan Kencing Manis Tinggi, Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in kencing manis and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *